Revolusi Industri 4.0

  • admin
  • Apr 01, 2022

Bekerja.id – Revolusi industri 4.0 atau revolusi digital merupakan istilah lain dari disrupsi teknologi. Disebut sebagai revolusi industri 4.0 karena adanya suatu proses proliferasi komputer dan sistem otomatisasi pencatatan di semua bidang industri. Hal ini juga disebabkan karena adanya otomatisasi dan konektivitas dalam pergerakan dunia industri dan persaingan kerja.

Revolusi industri 4.0 merupakan suatu proses yang unik dan special, sebab di era ini terdapat pengaplikasian kecerdasan buatan atau yang disebut dengan istilah artificial intelligence. Aplikasi kecerdasan buatan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan manusia dalam melakukan aktifitas kerja, sehingga proses yang dilakukan menjadi lebih efektif, efisien, dan murah.

Menurut Lee, revolusi industri 4.0 ditandai dengan peningkatan digitalisasi manufaktur yang didorong oleh empat faktor utama. Empat faktor tersebut antara lain yaitu:

  • Peningkatan volume data, kekuatan komputasi, dan konektivitas.
  • Munculnya analisis, kemampuan, dan kecerdasan bisnis.
  • Terjadinya bentuk interaksi baru antara manusia dan mesin.
  • Perbaikan instruksi transfer digital ke dunia fisik.

Kemajuan revolusi industri 4.0 memberikan dampak perubahan yang sangat besar dalam berbagai bidang, tanpa terkecuali pada bidang pendidikan. Saat ini, lembaga pendidikan penghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang tidak ringan, terutama pada Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK. Dimana revolusi industri 4.0 telah menyebabkan banyak bidang pekerjaan yang sebelumnya diisi oleh tenaga manusia, kini hilang digantikan dengan teknologi mesin, robot, ataupun kecerdasan buatan.

Prinsip Revolusi Industri 4.0

Prinsip dasar revolusi Industri 4.0 adalah penggabungan mesin, alur kerja, dan sistem, dengan menerapkan jaringan cerdas di sepanjang rantai dan proses produksi untuk mengendalikan satu sama lain secara mandiri. Menurut Herman, industri 4.0 memiliki empat prinsip desain dalam pelaksanaan proses produksi, di antara prinsip desain revolusi industri 4.0 tersebut antara lain:

1. Interkoneksi atau Sambungan

Interkoneksi atau sambungan yaitu kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan berkomunkasi satu sama lain melalui internet of things (IoT) atau internet of people (IoP). Prinsip desain ini membutuhkan kolaborasi, keamanan, dan standar khusus.

2. Transparansi

Transparansi informasi merupakan prinsip desain industri 4.0. Transparansi informasi adalah kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan virtual dunia fisik dengan memperkaya model digital dengan data sensor, termasuk analisis data dan penyediaan informasi.

3. Bantuan Teknis

Bantuan teknis dalam revolusi industri 4.0 meliputi:

  • Kemampuan sistem bantuan untuk manusia dnegan menggabungkan dan mengevaluasi informasi secara sadar untuk membuat keputusan yang tepat dan memecahkan masalah mendesak dalam waktu singkat.
  • Kemampuan sistem untuk mendukung manusia dengan melakukan berbagai tugas yang tidak menyenangkan, terlalu melelahkan, atau tidak aman.
  • Bantuan teknis yang meliputi bantuan visual dan fisik.

4. Terdesentralisasi

Keputusan terdesentralisasi merupakan kemampuan sistem fisik maya untuk membuat keputusan sendiri dan menjalankan tugas seefektif mungkin.

Kemajuan teknologi memungkinkan adanya pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital dan biologi secara fundamental. Hal ini tentu akan mempengaruhi bahkan mengubah pola hidup dan interaksi manusia.

Tantangan Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 sebagai fase revolusi teknologi telah banyak mengubah cara beraktifitas manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari pengalaman hidup sebelumnya. Manusia bahkan akan hidup dalam ketidakpastian global, oleh karena itu manusia harus memiliki kemampuan untuk memprediksi masa dengan yang berubah sangat cepat.

Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi setiap manusia, oleh karena itu setiap pribadi manusia harus mampu merespon perubahan tersebut secara terintegrasi dan komprehensi. Beberapa ahli mengemukakan identifikasinya terkait tantangan industri 4.0 di era saat ini. Beriku beberapa identifikasi tantangan industri 4.0 dari para ahli:

1. Identifikasi Tantangan Industri 4.0 Menurut Walter

Walter mengidentifikasi tantangan industri 4.0 sebagai berikut:

  • Masalah keamanan teknologi informasi.
  • Keandalan dan stabilitas mesin produksi.
  • Kurangnya keterampilan yang memadai.
  • Keengganan untuk berubah oleh para pemangku kepentingan.
  • Hilangnya banyak pekerjaan karena berubah menjadi otomatisasi.

2. Identifikasi Tantangan Industri 4.0 Menurut Irianto

Irianto menyederhanakan tantangan industri 4.0 sebagai berikut:

  • Kesiapan industri.
  • Tenaga kerja terpercaya.
  • Kemudahan pengatusan sosial budaya.
  • Diverifikasi dan penciptaan lapangan kerja dan peluang industri 4.0 seperti inovasi ekosistem, basis industri yang kompetitif, investasi pada teknologi, dan integrasi UMKM dan kewirausahaan.

Tantangan industri 4.0 tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat. Seluruh pihak harus mengambil peran dalam menyikapi perubahan dan tantangan revolusi industri 4.0. Sehingga tantangan tersebut dapat dikelola sedemikian rupa menjadi suatu peluang yang menguntungkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Related Post :