Perbedaan Milia dan Syringoma, Sama-sama Muncul di Area Mata

  • 2 min read
  • Jun 13, 2021

Jabanjia.com – Ladies, pernah dengar istilah milia dan syringoma? Yang pernah merasakannya tentu tidak asing dengan permasalahan kulit ini. Walau tidak beresiko, tetapi milia dan syringoma cukup mengganggu.

Dengan alasan estetika, banyak wanita yang berusaha menghilangkan milia dan syringoma. Apa lagi keduanya kerap muncul di area strategis di muka. Yups, milia dan syringoma cenderung ada di sekitar mata.

Saat ada benjolan kecil di bawah mata, kelopak sampai pojok mata, mungkin kamu juga tidak bisa membandingkan apa itu milia atau syringoma. Walau ada di tempat yang serupa, rupanya keduanya adalah permasalahan kulit yang lain, Ladies.

Agar tidak salah, baca yuk perbedaan milia dan syringoma berikut ini!

Mengenal Milia dan syringoma

Milia adalah benjolan kecil warna putih, secara umum tumbuh pada bagian muka seperti hidung, pipi dan paling umum ada di tempat mata.

Istilah milia sendiri kerap dipakai untuk benjolan putih kecil yang tumbuh secara bergerombol, tetapi bila cuman ada satu benjolan saja seringkali disebut dengan istilah milium.

Sedang syringoma adalah tumor jinak yang berbentuk benjolan-benjolan kecil dan pada permukaan kulit sekitar mata, pipi, leher, bahkan juga juga bisa ada diarea dada, perut, kaki, tangan sampai alat kelamin.

Syringoma mempunyai ciri-ciri warna yang nyaris serupa dengan warna kulit. Walau masuk kelompok tumor, tetapi tidak perlu cemas, karena syringoma tidak mempunyai potensi jadi kanker atau penyakit kulit beresiko yang lain, Ladies.

Faktor Penyebab Milia dan Syringoma

Milia terjadi ketika sel-sel kulit mati atau protein yang namanya keratin terjebak di permukaan kulit. Sedangkan syringoma, muncul karena beberapa sel pada kelenjar keringat yang terlalu aktif. Disamping itu, baik milia maupun syringoma, keduanya bisa terjadi karena faktor turunan.

Cara Mengatasi Milia dan Syringoma

Karena permasalahan kulit ini umum terjadi di tempat sekitaran mata, maka dibutuhkan pengecekan dari dokter. Sesudah didiagnosa, secara umum ada beberapa cara hilangkan milia di bawah mata seperti deroofing, beberapa obat seperti topical retinoid atau turunan vitamin A dan ablasi laser.

Sedangkan untuk syringoma, ada banyak perlakuan klinis yang penting dilakukan seperti dermabrasi dan peeling, bedah listrik, kuretase, bedah laser sampai krioterapi.

Tetapi pada intinya baik milia maupun syringoma, bukan permasalahan kulit yang mempengaruhi kesehatan, Ladies. Kamu dapat mencegah supaya milia atau syringoma tidak makin banyak dengan melakukan double cleansing, memakai tabir surya dan produk perawatan sesuai tipe kulit.