Awas! Jenis-jenis Eating Disorder, Sebagian Dialami Anak Muda

  • 2 min read
  • Jul 24, 2021

Jabanjia.com – Eating disorder atau gangguan makan menjadi salah satu penyakit yang rentan dihadapi anak muda, khususnya mereka yang terobsesi mempunyai berat badan dan bentuk badan yang ideal.

Anorexsia mungkin gangguan makan yang seringkali kamu dengar, tetapi sebetulnya ada beberapa jenis gangguan makan dengan gejala yang berbeda juga. Berikut beberapa jenis eating disorder yang rentan dirasakan anak-anak muda.

1. Anorexsia Nervosa

Penderita eating disorder ini mempunyai ketakutan yang terlalu berlebih terhadap berat badan alias takut gendut sehingga usaha keras agar berat badannya tidak berlebihan. Nah, oleh karena itu seseorang dengan masalah anorexsia nervosa ini selalu membatasi jumlah kalori yang dimakan, olahraga terlalu berlebih demi membakar kalori yang telah dimakan, bahkan sampai memuntahkan makanan.

Tidak cuma itu, seseorang dengan gangguan ini selalu berpikiran jika dirinya gemuk, walau sebenarnya berat tubuhnya saja sudah di bawah normal. Situasi ini bisa beresiko sekali, Jialovers. Gangguan yang termasuk ke dalam masalah kesehatan mental ini bisa mengakibatkan penyakit, seperti gangguan kesuburan, gagal jantung, sampai kematian.

2. Bulimia Nervosa

Berbeda dengan anorexsia yang paling membatasi jumlah kalori yang dimakan, penderita bulimia nervosa cenderung makan dengan jumlah terlalu berlebih dan frekuensinya sering. Setelah itu, muncul perasaan bersalah, menyesal, dan membenci diri kita karena sudah makan banyak yang mana bisa mengakibatkan peningkatan berat badan.

Nah, untuk menangani rasa bersalahnya itu, penderita gangguan makan ini akan berusaha keluarkan semua makanan yang telah dimakannya barusan, bisa dengan memuntahkan makanan, olahraga berlebihan, atau minum obat pencahar. Sama dengan anorexia, bulimia juga bisa mengakibatkan masalah kesehatan, seperti gagal jantung, sakit tenggorokan, gagal ginjal, sampai kerusakan organ pencernaan.

Untuk mengatasi masalah kesehatan mental ini, umumnya memakai terapi psikologi, adalah terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal.

3. Binge Eating Disorder

Serupa dengan bulimia, namun penderita binge eating disorder tidak berusaha untuk keluarkan makanan yang telah dimakannya.

Gangguan makan yang satu ini umumnya memperlihatkan gejala, seperti makan dengan jumlah yang banyak, cepat, dan sering, walau perut dalam kondisi tidak lapar, sembunyi saat makan karena malu dengan porsi makannya yang super banyak, dan merasa malu, jijik, sampai depresi setelahnya. Seorang dengan gangguan makan ini mempunyai kelebihan berat badan (overweight) bahkan juga masuk kategori obesitas.